Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Fantasi Sex Istri Ingin Double Anal 2

Viral Fantasi Sex Istri Ingin Double Anal 2

  Aopok.com - Aku bener-bener dibuat keenakan sama nenekku tercinta ini. Tanpa kata-kata kuajak nenekku merasakan yang indah-indah. Kutelentangkan nenek di sofa krem ruang tamu ini, kusingkapkan rok mininya dan aku mengambil posisi diatas tubuh bahenol ini dengan posisi 69. Posisi kwesukaanku ketika ML dengan wanita siapa saja. Kusibakkan rambut lebat dan labia mayoranya kuseruput dengan perlahan. Nenek Elsa menggelinjang kemudian balas mengulum Mr Happy-ku. Ohh.. enaknya. Nenekku ini bener-bener lihai mengulum dan mengisap. Belom pernah aku merasakan sensasi sedahsyat ini. Namun lagi enak-enaknya mengeksplorasi gaya 69 tiba-tiba pintu pagar depan berderit. Terlihat Bi Imah memasuki pekarangan. Dengan gerka cepat kami berbenah seperti tidak terjadi apa-apa.


Sialan nanggung banget! Persetan dengan segala norma. Kutarik tangan nenek ke lantai atas, ke kamarku.
“Nggak enak Ndy, nanti ketahauan Imah,” nenek coba menolak, namun kuseret mengikuti langkahku.
“Pasti Bi Imah nggak curiga, lagian dia pasti mikirnya nggak ada apa -apa, wong nenek sama cucunya,” kataku menggoda.
Pinggulku dicubitnya, “Awas kamu ya.. kamu emang bandel ya Ndy.. masak nenekmu sendiri kamu perlakukan seperti ini,” katanya.
“Tapi Elsa suka kan?” jawabku.
“Ohh.. suka banget soalnya terus terang aku sudah dua tahun ini tidak berhubungan badan, tidak pernah disentuh lagi sama kakekmu,” nenek menjelaskan.
“Sebelumnya aku pernah berhubungan dengan teman kakekmu, tapi nggak enak karena sudah loyo. Itupun cuma sekali dan aku nggak pernah mau lagi,” kata nenek lirih.

Sesampai di kamarku, kukunci pintu dan langsung memeluk nenek.
“Jangan berisik ya Ndy,” ujar nenek.
Aku menjawabnya dengan meloloskan kaos nenek. Tubuhnya yang putih mulus dengan buah dada semangkuk yang menantang. Aku bener-bener nafsu melihat nenekku yang sexi ini. Tanpa menunggu kucopot juga rok pendeknya. Karena sudah nggak bercelana dalam, pemandangan indah langsung terhampar didepanku. O ya, sebetulnya aku bisa dikategorikan udipus complex karena lebih tertarik dengan wanita yang usianya melebihi aku, apalagi kalo sudah beristri. Klop deh! Nenekku ini terlalu cantik untuk kunikmati.

Tubuh padat dari wanita beusia 40 tahun ini bener-bener sempurna. Idamanku. Tinggi sekitar 165 cm dengan punggung yang bersih, pinggul padat, paha berisi, betis bunting padi dan kaki yang rapi terurus. Wajahnya jangan ditanya, sempurna sebagai seorang wanita. Dengan rambut yang di cat agak pirang dan sedikit melewati bahu bener-bener indah dipandang. Nenekku ini emang masih ada darah Jermannya. Perlahan nenek Elsa melangkah ke arah cermin besar disebelah tempat tidurku. Dia berlenggak lenggok seperti peragawati.
“Aku masih cantik nggak sih Ndy?” tanyanya sedikit berbisik.
Tanpa menjawabnya kupeluk dia dari belakang. Aku yang juga sudah polos tanpa pakaian langusng bersentuhan kulit. Uhh.. Mr Happyku yang tadi nanggung langsung tegak menempel pinggul bahenol. Nenek kemudian berbalik dan kami berciuman lagi. Lama dan erat. Perlahan kudorong dia ke tempat tidurku. Kami melanjutkan posisi 69 yang tadi terganggu.


“Ndy, kamu jilatnya enak banget deh,” seruak nenek disela kegiatannya mengisap punyaku.
“Elsa juga enak banget ngisapnya,” sahutku.
Kurasakan nenek bergetar setiap kuseruput klitorisnya.

Tiba-tiba nenek menghiba, “Ndy..please masukin punyamu ya? Aku nggak tahan nih pengen ngerasain, dah lama nggak dimasukin, paling-paling aku gesek sendiri pake jari,” pintanya.
Akupun mengambil posisi diatas tubuh sintal ini dan kembali mencium bibir indah. Tangan nenek memegang punyaku dan menuntun ke bibir vaginanya. Basah kalau tidak dibilang banjir. Dengan sedkit menekan, kudorong Mr Happyku memasuki area basah tadi. Walau agak sedikit kesulitan karena pembengkakan labia mayora namun bless, akhirnya masuk juga. Nenek menggelinjang dan menjerit kecil. Lanjut baca!


Viral Fantasi Sex Istri Ingin Double Anal 1

Viral Fantasi Sex Istri Ingin Double Anal 1

  Piool.com - Kisah nyata ini bener-bener kualami. Terjadi sekitar enam tahun silam saat usiaku menginjak 28 tahun. Aku terjerat hubungan percintaan yang panas membara dengan nenekku sendiri. Walau berstatus nenek tapi wanita yang satu ini bukannya sudah tua atau keriput. Orangnya cantik, putih dan lemah lembut, makanya diusia yang sudah menginjak 40 tahun, nenekku ini masih terlihat seperti wanita berusia 30 tahun. Maklum sebagai wanita dalam keluarga kaya, tidaklah sulit untuk merawat diri termasuk senam. Oya.. nama nenekku ini Elsa. Dalam tingkatan keluarga aku mesti memanggilnya nenek karena suaminya adalah adik kakekku. Kakekku berumur 55 tahun jadi berjarak 15 tahun dengan nenek.


*****

Kumulai kisahku saat setelah berpisah dari istriku, aku meninggalkan rumah dan tinggal ditempat kost. Karena kesibukan pekerjaan, aku baru bisa jalan-jalan mengunjungi saudara di hari Sabtu dan Minggu termasuk dirumah kakek dan nenek Elsa. Setelah sekian lama tidak berkunjung, kedatanganku diterima dengan suka cita. Mungkin juga mereka ingin menghiburku setelah perceraianku. Akupun tambah sering berkunjung bahkan sudah mulai sering menginap karena kebetulan ada kamar yang kosong. Bisa ditebak kenapa aku jadi betah dirumah itu. Karena nenekku yang cantik sangat ramah melayaniku. Kadang saat bangun pagi sudah dihidangkan sarapan khusus buatku.

Aku lebih sering menginap apalagi kalau masuk kerja midle jadi aku ada kesempatan berlama-lama dengan nenekku Elsa. Kakekku berangkat pagi-pagi sekali, sementara kedua anak mereka sekolah di Singapura. Cuma tinggal pembantu saja. Suasana seperti ini kumanfaatin untuk bercengkerama dengan nenek cantik bahenol ini. Walau pikiran kotorku suka menggelayut ketika melihat kecantikan nenek, tapi aku selalu mengesampingkan karena nenek sangat baik dan sopan. Selama menginap aku mulai memperhatikan keanehan di rumah. Aku sering bertanya dalam hati kenapa koq kakek dan nenek tidurnya di kamar terpisah? Tapi pertanyaan itu Cuma menggelayut dibenak karena aku tidak berani bertanya.

Sampai kemudian disuatu pagi saat pembantu sedang kepasar, aku memberanikan diri bertanya.
“Nek, kenapa sih nggak tidur sekamar dengan kakek?” tanyaku.
Nenekku sedikit terdiam sejenak.
“Itulah kakekmu.,” tiba-tiba nenek tersedu tidak bisa menahan emosinya.
Aku jadi tidak enak hati.
“Andy, kamu bisa nyimpen rahasia nggak?” tanya nenekku disela isaknya.
“Bisa nek” jawabku.


“Kakekmu itu punya kelainan, dia lebih tertarik kepada laki-laki. Kakek pernah kepergok bawa laki-laki muda kerumah ini, bahkan Aku mergokin mereka lagi bermesraan di kamar, siapa yang nggak kesel”, Nenek terdiam.
“Tolong jaga rahasia ini ya, aku malu kalo ketahuan orang. Sudah lama aku pengen cerita tapi aku nggak ada teman ngobrol, please jangan cerita siapa-siapa ya,” pinta nenekku.

Semenjak saat itu keinginan yang terpendam dalam diriku selalu menyeruak. Apalagi setelah mengira-ngira kalau wanita yang berpostur mirip penyanyi sexi Connie Constantia ini pasti kesepian. Tapi sikap sopan nenek membuatku menaruh hormat. Sampai kemudian di suatu pagi ketika pembantu sudah ke pasar, tinggal aku dan nenek. Saat aku lewat kamar nenek yang terbuka sedikit kulirikkan mataku. Woowww.. berdebar dadaku. Kulihat di dalam kamar nenek, lanjut baca!


Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 2

Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Tante Sange 2

  Tradingan.com - Ada 2 pintu yang bernomor 1 dan 2 di sebelah kiri, aku pikir mungkin inilah kamar kost yang disewakan, jarak antara kamar 1 dan 2 itupun berjauhan, dari ujung ke ujungnya lagi. Kami terus mengikuti perempuan tersebut dari belakang, aku perkirakan dari pintu besi tersebut sampai ke belakang sekitar 100 meter. Di belakang lebih rapi, asri dan bersih lagi, ada kolam kecil yang dibentuk seperti bukit-bukit, ada air terjun kecilnya, jembatan dan ikannya sudah mulai besar-besar ada puluhan jumlahnya.


Aku duduk di kursi persis di depan kolam. Sama seperti kursi di depan teras, kursi kayu lipat, di sampingnya meja mungil dan kursi kayu lipat lagi. Aku disuruh menunggu oleh perempuan tersebut, sementara Bang Nainggolan ikut masuk ke dalam rumah bersama perempuan itu dari pintu belakang.

Sedikit santai melemaskan otot-otot punggungku, sambil mendekap tas ransel yang aku letakan di dadaku. Tak berapa lama laki-laki bertubuh sedang, bulat berisi, berkepala seperti profesor, botak di depan bertelanjang, hanya memakai celana pendek bertuliskan Yonnex, bulu-bulu dadanya tampak tumbuh subur, tangan dan kaki dari bawah sampai pahanya ditumbuhi bulu-bulu lebat, dengan kulit gelap, hidungnya mancung dengan kepala oval dan taik lalat seperti kutil menempel di pipi sebelah kirinya, seperti Al Pacino orang ini pikirku, yah cukup tampan, mungkin keturunan indo atau apalah. Laki-laki tersebut tersenyum mengulurkan tangannya, dan aku sambut dengan menjabat tangannya.

“Maaf, lama menunggu yah?” ucapnya, memperkenalkan diri “Arnan,” ucapnya dengan suara yang tidak begitu keras dan terlalu pelan.
“Tony, Pak,” aku memperkenalkan diri juga.
“Uf, panas sekali harinya yah,” ucap Pak arnan, mengambil posisi duduk di kursi yang satunya.

Tubuhnya berkeringat, basah dan tonjolan kontolnya masih terlihat, membentuk di celana putihnya, aku menebak pasti mereka sedang mengentot siang-siang begini, dan kalau perempuan tersebut adalah bininya pasti dia belum pake Bra juga yah, karena aku lihat puting teteknya membentuk pada kaos putihnya, wah bodoh, pikirku, kenapa aku harus memikirkan yang bukan-bukan, tujuanku cuma mencari tempat kost, kalau sudah tercapai aku bisa ke tempat Mira, bersenang-senang dengan lonte langgananku di Losmen Melati.

Baru 3 bulan aku di Medan, aku beberapa kali mengentot dengan lonte di Losmen hingga aku menemukan lonte yang ahli memuaskanku. Untuk hal begitu bukan hal baru bagiku, di Kampung juga aku sering melakukannya, nafsuku yang begitu besar ditambah lagi pergaulanku yang luas, untuk soal materi aku lebih dari cukup untuk bersenang-senang dengan lonte di Kampungku. Di Kampung, Amang ku termasuk orang yang berada, yah boleh dikatakan Kaya lah untuk ukuran Kampung. Mabuk-mabukan bersama teman-teman dan sekaligus main dengan lonte di lokasi, makanya ke Medan aku juga bertekad untuk berubah, tapi dasar nafsuku yang besar, aku selalu pusing jika kontolku tidak di cuci, makanya seminggu sekali aku pergi ke Losmen untuk mengentot lonte pilihanku.

“Mari lihat kamarnya,” ajak Pak arnan.

Aku mengikuti Pak Arnan ke samping, di mana semula Kami masuk, dan betul saja pintu tersebut adalah kamar kost yang disewakan. Pak arnan membuka pintu kamar nomor 1 dan mempersilahkan aku masuk untuk melihat. Ternyata di dalam kamar sudah komplit, ranjang spring bad single, TV, radio, kipas angin, VCD, lemari pakaian, kulkas kecil, meja tulis, dan bangkunya. Lanjut baca!


Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Ku 1

Viral Ngewe Anal Seks di Rumah Ku 1

  Aopok.com - Cerita di bawah ini adalah fiktif, dan apabila ada kesamaan nama, tempat kejadian dan yang lainnya dengan para pembaca, adalah merupakan kebetulan belaka.

*****

Aku menyeberangi jalan raya yang dua jalur, bermaksud untuk melepas lelah di Warung Kopi di seberang jalan. Uff, panasnya hari ini membuat dahaga, sampai baju kaos yang ku kenakan menjadi basah oleh keringat. Aku memesan teh botol dengan esnya di gelas, memghempaskan pantatku di bangku panjang dan meletakan tas ranselku di meja.


Akhirnya pesananku tiba, akupun langsung meneguk teh botol tersebut yang sebelumnya kumasukan ke dalam gelas yang berisi es. Oh, nikmatnya, walaupun belum terasa dingin, namun teh botol tersebut telah habis 1/2 gelas ku minium. Aku mengeluarkan rokok dari saku bajuku dan mulai menghisap asapnya, wah betul-betul nikmat, apalagi angin bertiup dari belakangku menambah kesegaran untuk diriku yang kelelahan.

Warung Kopi itu dibangun di atas parit besar dengan lantai papan dan penutup dindingnya hanya kain bekas spanduk iklan saja. Ada 3 kurasa Warung Kopi yang seperti ini, letaknya juga tidak berjauahn antara satu dengan yang lainnya. Warung Kopi yang aku singgahi juga tidak begitu luas yang menyediakan minuman segar dan indomie rebus. Letaknya paling ujung dengan Warung Kopi yang lainnya. Aku memesan indomie rebus kepada Ibu penjual, sesekali pandangan ku ke jalan, melihat lalu lalang mobil pribadi atau angkutan yang berwarna kuning.

Akh, aku begitu pusing, sudah tengah hari begini, tempat kost yang ku inginkan belum dapat juga. Masih terngiang kata-kata kasar inang Boru yang dengan marah mengusirku.

“Sudahlah, kau tidak usah tinggal di sini” teriak Inang Boru.

Aku tidak sengaja menjatuhkan guci antik Inang Boru sehingga pecah berantakan yang mengakibatkan Inang Boru marah besar dan berbuntut dengan pengusiran. Pagi itu aku buru-buru sekali untuk berangkat kuliah hingga tak sadar, saat aku ingin meletakan tas ransel ke punggungku, ternyata menyenggol guci antik Inang Boru dan Prakk.. Jatuh ke lantai dan berserakan. Inang Boru keluar dari dalam kamarnya.

“Kau apakan guci itu Tony??” teriak Inang Boru, dengan mata melotot.

Inang Boru menghampiri guci kesayangannya, meratapi dengan mengutupi puing-puing guci tersebut. Enatah kata-kata apa lagi yang dikeluarkan Inang Boru sambil menangis, hingga mukanya yang berlumuran air mata tersebut menatapku.

“Pergi, Pergi.. Pergi, tidak tahu diri, pergii,” teriaknya. Aku pun meninggalkan rumah tersebut dengan omelan-omelan Inang Boru tidak ku dengar lagi.

Lamunan yang sesaat itu sadar saat Bapak di sebelahku menanyakan sesuatu yang tidak jelas ku dengar.

“Kenapa Pak?” tanyaku lagi.
“Tidak masuk kerja?”
“Tidak Pak, Aku masih kuliah,” jawabku. Lanjut baca!


Viral Aku dan Elang Ngewe Anal Istri Kakak 2

Viral Aku dan Elang Ngewe Anal Istri Kakak 2

 Tradingan.com - Aku tersadar setelah mendengar suara pengajian dari kejauhan. Samar-samar. Komputerku masih menyala dengan screen saver cowok-cowok pemain sepak bola Euro 2024. Kutarik nafas dalam. Tidak ada bedanya, apakah aku bermimpi atau mengalami langsung bertemu Elang. Haruskah aku cerita dengan orang lain kejadian ini?

Hari ini aku tidak akan pulang. Aku sendiri punya persediaan pakaian ganti. Setelah tidur lagi sebentar untuk menunggu agak siang, kemudian aku mandi agak lama sambil merenung kembali kejadian semalam.


Aku sadar dengan keisenganku dalam bereksperimen dalam sex membuat Tuhan memperlihatkan akibatnya langsung padaku. Salah satunya adalah kejadian ke dunia lain bertemu dengan Elang untuk mengambil hikmahnya: Lihatlah temanmu itu yang sangat bebas dalam sex dengan pacarnya, dia mendapatkan kenikmatan sesaat dengan pemerkosaan dan berakibat sampai dengan kematian karena over dosis obat yang disuapkan dengan paksa padanya. Begitulah.

Apa yang sudah aku lakukan, rasanya belum seberapa parah. Aku hanya bermain-main dan belum pernah terjadi sampai berhubungan kelamin sesama jenis atau sodomi atau disodomi. Hanya nyaris saja. Dan sesekali memang timbul rasa iseng bereksperimen dengan seks. Tapi kenapa ya, kecenderungannya dengan sesama cowok? Apa karena kebiasaanku nonton BF hetero, kemudian terpikir untuk mencari pengalaman yang berbeda dengan main-main dengan cowok? Atau karena pernah nonton BF gay hingga terobsesi untuk mencobanya karena merasa lebih ‘aman’?

Tapi aku beruntung, Tuhan masih menjagaku agar tidak terjerumus ke dalam dunia gay. Aku selalu diingatkannya. Aku punya penampilan yang disukai oleh semua orang – cowok dan cewek – karena ganteng, serta kesempatan untuk masuk dunia gay juga ada. Pengalamanku pernah ikut pemilihan Top Model, membuatku banyak kenal dengan komunitas yang juga menyukai sesama jenis itu.

Setiap kali aku mendekati ingin pengalaman seks dengan cowok, setiap kali itu pula cepat aku tersadar bahwa hal itu dosa. Mungkin karena lingkunganku juga tidak mendukungku untuk berbuat aneh-aneh secara vulgar. Aku punya keluarga yang tentu malu bila mengetahui anaknya punya kelainan, begitu pikirku. Tapi tetap saja aku mendekati lingkungan itu, tapi dengan penuh kehati-hatian. Setiap kali melangkah jauh, aku langsung menghentikannya dengan sadar.



Rangsangan seks yang timbul pada diri cowok, sesungguhnya sama saja, apakah itu dirangsang oleh cowok ataupun cewek, begitulah pendapatku untuk selalu menjauhi dari rangsangan oleh cowok. Dan kupikir cewek punya ‘onderdil’ yang memang pasangannya cowok. Aku memang harus jadi diriku sendiri. Dunia mencintai sesama jenis, walau aku juga punya kecenderungan itu, bukanlah dunia yang sehat. Itu adalah dunia yang penuh bahaya. Aku harus berusaha keras untuk dapat suka pada lawan jenisku, cewek, terutama untuk urusan seks. Segera kuselesaikan mandiku setelah sadar bahwa Elang juga ada dalam ruang mandi ini. Tapi aku tidak melihat sosoknya. Dia mungkin melihatku sedang mandi di bawah pancuran air shower sambil termenung dan merenung. Lanjut baca!


Viral Aku dan Elang Ngewe Anal Istri Kakak 1

Viral Aku dan Elang Ngewe Anal Istri Kakak 1

 Aopok.com - Aku sedang menikmati foto-foto model dari majalah Playgirl yang kuambil dari internet di komputerku di kantor. Malam belum begitu larut. Rasa malas pulang ke tempat kost membuatku betah di kantor. Ada ratusan foto cowok keren yang telanjang atau setengah telanjang yang kutonton bolak-balik. Aku tidak suka melihat gambar yang vulgar dan sangat porno. Sarafku di kepala kembali berdenyut. Keren banget nih cowok..


Gambar cowok dengan wajah ganteng dan tubuh indahnya kunikmati sendiri sambil memerosotkan celanaku sampai ke bawah lutut. Celana dalamku pun kuturunkan sampai paha, membuatku bebas mempermainkan kontolku di bawah meja. Aku sedang sendirian di lantai dua ini, di ruanganku. Bang Jay sudah sejak sore keluar kantor, padahal biasanya dia juga ada di kantor sampai pagi, bisa kerja, bisa juga cuma main-main seperti aku sekarang ini. Office boy juga sudah pamit pulang. Ada dua orang satpam di lantai bawah. Mereka biasanya sedang menonton TV. Foto-foto cowok yang sebenarnya konsumsi para cewek dan ibu muda itu terus aku nikmati dengan layar monitor 21 inch. Kadang terpikir untuk mengajak satpam yang sedang bertugas di bawah untuk menikmati kegemaranku ini bersama. Tapi.. Nggak ah. Aku belum siap untuk godaan semacam itu.

“Kenapa sih suka lihat cowok telanjang, Yadi?” kadang timbul pertanyaan itu dalam hati kecilku.

Jawaban pasti dan sesungguhnya agak sulit diungkapkan. Sama sulitnya mengakui diri bahwa aku punya kecendrungan menyukai sesama cowok. Tapi kupikir, cowok itu memang lebih indah untuk dinikmati. Seperti ciptaan Tuhan lainnya, burung misalnya, yang jantannya kelihatan lebih indah. Contoh dari keluarga burung adalah: burung cendrawasih, merak, kalkun, ayam dan lainnya, yang jantannya pasti diciptakan dengan bentuk dan warna lebih indah. Sedangkan binatang berkaki empat yang dapat diberikan contoh: singa. Tuhan menciptakan semua itu tentu dengan maksud yang baik, salah satunya adalah ketertarikan untuk lawan jenisnya. Tapi kenapa kamu suka melihat yang sesama jenis, Yadi? Apakah kamu tertarik karena seks? Atau keindahan manusia laki-laki? Ah, tak tahulah!

Tangan kananku masih di atas meja menekan mouse untuk mengganti gambar-gambar yang kuinginkan, sedang tangan kiriku mengelus pelan batang kontolku yang sudah sangat mengeras. Tegang karena aku melihat foto-foto ini atau karena sentuhan tanganku, sudah tak ada bedanya lagi. Cairan kontolku sudah mengering lagi, sampai tanganku lengket di kulit kontolku. Akhirnya kugunakan air liurku untuk memudahkan telapak tanganku naik turun, bermasturbasi.

Fantasiku meluncur secara liar. Membayangkan model yang ganteng, aku tidak ingat lagi aku mendownload dari mana, dari Men Magazine atau Playgirl. Lama-lama timbul imajinasi lebih setelah melihat ini dengan sang model keluar dari kaca monitorku dan dan membiarkanku menikmati tubuh indahnya. Aku bisa menyentuh tubuhnya dari atas. Mengelus rambut ikalnya, dan menyentuh lehernya yang sangat berotot. Turun ke bahunya yang membulat kekar. Aku dapat meremas dadanya yang padat dan mempermainkan putingnya yang sudah menegang. Aku dapat mencium aroma ketiaknya yang segar dan kemudian menikmati puting susunya yang kenyal. Tubuhnya sangat keras dan hangat. Semua aku nikmati dalam suasana yang sangat mendebarkan.



Aku sedang membayangkan wajahku turun sampai ke perutnya, setelah menikmati dadanya yang sangat padat. Perutnya yang bergerak naik-turun sesuai dengan nafasnya yang semakin kencang membuatku tidak bisa berlama-lama, kemudian turun ke bawah pusarnya. Dinding otot depan kantung kencingnya begitu rata, ada urat ototnya di sana. Kontolnya yang dari tadi kupermainkan, Lanjut baca!


Cerita Ngewe Adik Pacar Ku Yang Binal

Cerita Ngewe Adik Pacar Ku Yang Binal

  Iklans.com - Sebelum saya ceritakan kisah-kisah nyata yg terjadi di hidupku, sebelumnya saya perkenalkan dulu.

Saya lahir di Jakarta, keturunan cina, umur 28 thn, kerja disalah satu perusahaan swasta sebagai auditor pembukuan dan keuangan, saya ditugasi untuk mengawasi cabang denpasar, jadi saya tinggal disana menempati rumah kontrakan.

Suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya (Wiwi umur 26) yg di Jakarta, bahwa dia mau datang bersama adiknya (Irene umur 22).

Setelah kedatangannya, mereka menginap di kontrakanku (kamar tamu).

Tetapi Wiwi tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya 3 hari.

Selama 3 hari saya dan Wiwi selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya untuk bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungan sex 1X (kami dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena kesempatan untuk itu susah sekali.

Setelah Wiwi pulang, tinggal saya dan Irine yg masih mau liburan di bali.

Pada hari minggu saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya dia langsung ingin istirahat karena kelelahan. Karena saya belum merasa ngantuk, saya ke ruangan tamu untuk nonton TV, sedangkan dia masuk kamar tidur tamu untuk istirahat.

Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku untuk memasuki kamar tidur Irene, dengan perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci, saya masuk dan melihat Irene telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya sangat nyenyak sampai tidak tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang.

Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang. “Ko lepasin saya”, suaranya gemetaran karena shock. “Cepat lepasin Ko!” Irene mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya. Tubuh telanjangnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana dan celana dalamku dengan cepat. “Ko!” Irene memekik. “Mau ngapain kamu?” Irene terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.

“Koko gila luu yah!” Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda. “Koko, gua khan adik Wiwi!” Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya.

Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Irene. “Ko jangaan!” dia memohon-mohon padaku. “Diam.. cerewet!” aku menjawab dengan sembarangan. Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku sudah menjadi satu dengannya. “Iiih.. shiit!” dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu. Aku menggoyangkan pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannya. “Ahh.. shiit! ah shiit! Ko stop!” Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya.

Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu. “Mmmh.. udah jangan Ko!” Irene masih berteriak-teriak memintaku berhenti. “Lu diam aja jangan banyak ngomong”, ujarku cuek. “Ohh shiit!” ujarnya mengumpat. Dia menatapku dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. 

Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. “Aaahh Ko stop dong.. udah Ko.. gue khan adik Wiwi”, dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Nafasnya pun mulai memburu. 

Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan nikmat yang kuciptakan. ” Aduhh sshh Ko udah doong.. hh.. ssh!” suaranya memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.

Artikel Terkait

Cerita Pesta Seks Anal dan Gangbang Istri

Kisah Blowjob dan Oral Sex Perawan

Foto Ngentot Pacar Penetrasi Ganda Bersama Teman Baik

Video Ngewe Anus Istri dan Mantan Pacar

Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu, “Uh.. uh.. uhhffssh.. shiit Koo.. agh uuffsshh u.. uhh!” Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. 

Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang kenikmatannya yang sudah basah total. 

Saat itu aku berbisik “Gimana, lu mau udahan?” Aku menggodanya. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata, “I.. iiya.. udah.. han yah Ko”, suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati permainanku ini.  Baca selengkapnya!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia