Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Ngewe Anal dan Memek Emma Sudah Menikah
Aopok.com - Sore itu sepulang kerja aku berjalan dari Harmoni ke arah Kota melalui sisi jalan Hayam Wuruk. Siapa tahu ada petualangan baru yang akan kualami. Biasanya di sepanjang jalan Hayam Wuruk banyak wanita-wanita yang pulang kantor sedang menunggu kendaraan atau untuk dikendarai juga, kata orang. Kadang-kadang juga ketemu dengan wanita yang berdandan rapi memakai blazer, namun setelah bicara panjang lebar ia hanyalah seorang wanita yang sedang menunggu mangsa.
Sesampainya di sebuah pintu hotel kecil ada seorang wanita yang sedang berdiri di sana. Aku berpikir mungkin ia nunggu teman untuk check in atau malahan sudah check out. Aku berhenti di dekatnya seolah-olah sedang menunggu bis kota.
Ia terkejut dan terdiam sesaat ketika kusapa, “Mau ke mana Bu?”
“Ahh.. Eee dari ketemu teman tadi”.
Kuperhatikan dia. Kutaksir umurnya tiga puluh limaan. Badannya mungkin sedikit overweight, namun kencang. Sementara dadanya yang 36 terlihat membusung ke depan. Rambutnya dijepit di bagian tengkuknya memperlihatkan sebuah leher yang mulus, meskipun tidak terlalu panjang.
Ketika kutatap, ia membalas tatapanku sebentar kemudian berpaling.
“Maaf, kukira Ibu baru keluar dari hotel ini,” kataku kemudian.
“Nggak, tadi habis senam di Sawah Besar dan sekarang mau pulang ke Bogor”.
Jauh amat senamnya, pikirku. Masakan di Bogor nggak ada sih tempat senam? Kelihatannya ia tidak marah dengan ucapanku tadi. Malahan ia sempat membalas ucapanku tadi.
“Mas mau masuk?” tanyanya.
“Ah, nggak saya juga cuma jalan-jalan menuruti kaki melangkah sambil menunggu jalanan sedikit lancar,” kataku.
Setelah ngobrol maka dapat kusimpulkan dia seorang tante-tante bispak, kucoba mengajaknya untuk check in.
“Masuk yuk, kita istirahat!” ajakku yakin.
Ia menatapku dan berkata, “Bukannya aku tidak mau. Tapi aku mau pulang ke Bogor. Kalau besok saja bagaimana? Kita ketemu disini agak siangan”.
Setelah kurayu-rayu ia tetap tidak mau check in hari ini, dan mengajakku besok. Aku sudah terlanjur “naik”, maka harus kuselesaikan urusan ini sampai tuntas.. Tas.
Terkait
Akhirnya ia naik bis Patas AC jurusan Kampung Rambutan yang melintas. Aku berpikir cepat, biarlah kuikuti dia sampai ke Bogor. Sementara bis masih berjalan pelan karena kondisi lalu lintas macet. Aku berlari kecil dan melompat ke dalam bis tadi lewat pintu belakang.
Kucari-cari dari belakang dimana wanita tadi duduk. Ternyata ia duduk di deretan bangku kiri dan sebelahnya kosong sehingga aku dapat duduk di sampingnya. Ia kembali terkejut ketika aku meletakkan pantatku di tempat duduk sebelahnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...